Menuliskan Point Penting Mapel Q.H Hadis Kelas XI Agama.
Tuliskan Point Penting atau Ringkasan atau pendapatmu di kolom komentar. Jika sudah mendapatka FEEDBACK/Komentar dari Bpk Guru berarti sudah mendapatkan nilai.
Pada pembahasan Hadis kali ini menjelaskan tentang toleransi dan etika dalam pergaulan. Hadis ini termasuk Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab Musnad No.2214,pada bab penjelasan dijelaskan bahwa bentuk toleransi antara sesama adalah dengan saling menghormati dan menyayangi.
Hadis ini juga dipopulerkan oleh Ibnu Abbas yang menegaskan bahwa pentingnya memanusiakan manusia dengan cara menghormati orang yang usia dan ilmunya lebih tua.
Diantara bentuk toleransi dan etika dalam bergaul: 1.Waliyyul 'amar(ketaatan mereka terhadap penguasa) 2. Menuduh orang lain dengan tidak beriman 3. Para sahabat. 4. Ahlul bait(keturunan Rasulullah) 5. Para ulama Ahlus sunnah. 6. Manusia secara umum.
Kesimpulan : Hadis tentang toleransi dan etika dalam Pergaulan termasuk hadis sahih, hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab musnad nomor 2214, bab penjelasan bahwa bentuk toleransi antar sesama adalah dengan saling menghormati dan menyayangi. Hadis tentang toleransi dan etika dalam Pergaulan dipopulerkan oleh Ibnu Abbas, yang menegaskan bahwa pentingnya memanusiakan manusia dengan cara menghormati orang-orang yang segi usia dan keilmuan lebih tua, sekaligus menyebarkan kasih saying bagi yag usia lebih tua kepada para generasi muda. Pada hadis tersebut ditegaskan untuk selalu menganjurkan nilai-nilai kebaikan sekaligus ada seseorang atau kelompok yang memiliki kepedulian untuk mencegah atau meminimalisir berkembangnya kemunkaran. Di antara bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan antara lain: 1. Waliyyul 'Amr yaitu wujud kasih sayang kepada waliyyul amr (penguasa atau pemerintah) adalah ketaatan mereka terhadap penguasa, baik ia seorang yang adil maupun lalim, serta mendo’akan kebaikan bagi mereka. 2. Menuduh Orang Lain dengan tidak beriman. 3. Para Sahabat. 4. Ahlul Bait. Ahlul Bait adalah keturunan suci Rasulullah Saw yang memiliki ikatan nasab, mereka adalah keturunan Fatimah sampai hari kiamat. 5. Para Ulama Ahlus Sunnah, aswaja yaitu golongan yang menjadikan hadis Jibril yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahīh-nya, sebagai dalil pembagian pilar agama menjadi tiga: Iman, Islam dan Ihsan, untuk kemudian membagikan ilmu kepada tiga ilmu utama, yaitu: akidah, fikih, dan suluk. 6. Manusia Secara Umum. Mereka menyeru manusia kepada kebaikan dan melarang dari kejelekan, menunjukkan kepada mereka agama yang lurus, menjelaskan jalanjalan kebatilan agar manusia menghindar dan waspada. Semua individu diharapkan dapat saling melindungi dan menghormati perbedaan antar umat beragama yang ada dalam masyarakat. Tanpa adanya toleransi tidak menutup kemungkinan akan terjadi permasalahan atau konflik yang dapat mengancam persatuan bangsa. menyatakan toleransi adalah sikap atau sifat menenggang berupa menghargai serta membolehkan suatu pendirian, pendapat, pandangan, kepercayaan maupun yang lainnya yang berbeda dengan pendirian sendiri.
Pembelajaran hadits ini menjelaskan tentang Hakikat Toleransi dan Etika dalam Pergaulan. Hadits tentang toleransi dan etika dalam pergaulan termasuk shahih, seperti yang diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab musnad nomor 2214 yang menjelaskan bahwa bentuk toleransi antar sesama adalah saling menghormati dan menyayangi.Dan juga hadits yang dipopulerkan oleh Ibnu Abbas yang dalam hadits tersebut ditegaskan untuk selalu neng dari nilai-nilai, sekaligus ada seseorang atau kelompok yang memiliki kepedulian untuk mencegah atau meminimalisir berkembangnya kemunkaran. Sebagai seorang muslim yang baik tentu memiliki sikap toleran yang mengedepankan sikap etik dan adab yang baik. Dan hendaknya ia menyadari bahwa ketika ia menghormati orang lain, terutama orang yang lebih tua, maka pada dasarnya ia menghormati dirinya sendiri.
Kesimpulan materi: Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab musnad nomor 2214,pada bab penjelas berisi bentuk toleransi antar sesama umat.Kita sebagai umat entah itu lebih tua atau lebih muda harus mempunyai sikap saling menyayangi dan menghormati sehingga terbentuklah sikap toleransi. Contoh bentuk-bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan: 1.Waliyyul Amr yaitu wujud kasih sayang kepada waliyyul amr (penguasa atau pemerintah) adalah ketaatan mereka terhadap penguasa, baik ia seorang yang adil maupun lalim, serta mendo’akan kebaikan bagi mereka. 2.Menuduh orang lain dengan tidak beriman. 3.Ahlul Bait yaitu keturunan nabi atau keluarga keluarga nabi.Maksudnya kita harus menghormati dan mencintai mereka.Tidak menjelekkan atau membuat fakta-fakta yang tidak sesuai dengan mereka. 4.Para Sahabat.Begitupun para sahabat,kita pun harus menghormati beliau" ini seperti ahlul" bait di atas. 5.Para ulama dan ahli Sunnah. Mereka merupakan golongan orang orang yang penting setelah wafatnya nabi. Oleh karena itu kita juga harus menghormati layaknya ahlul bait dan para sahabat.Selain itu kita juga harus mengamalkannya. 6.Manusia secara umum,sesama manusia kita juga harus bertoleransi sesama.Dengan menghormati,saling tolong menolong dan tidak memandang rendah orang lain.
بسم الله الرحمن الرحيم Nama : Tities Auliya No abs : 24
Kesimpulan terkait dengan Hakikat Toleransi dan Etika Dalam Pergaulan : Hadits mengenai Toleransi dan Etika dalam pergaulan tersebut merupakan hadits yang di populerkan oleh Ibnu Abbas. Hadits tersebut termasuk kedalam jenis Hadits Shahih. Hadits tersebut berisiskan pentingnya manusia untuk saling menghormati dari segi usia muda kepada orang tua dan menebar kasih sayang kepada orang yang lebih muda atau bisa kita simpulkan toleransi. Selain riwayat dari Ibnu Abbas ada pula Riwayat dari Imam At Tirmidzi dan Abu Hurairah ra. Keduanya juga memiliki kesimpulan yang sama yaitu tentang menjaga hak hak orang lain agar tercipta lingkungan yang harmonis, islam yang berkembang baik dan memiliki toleran yang sangat tinggi.
Kemudian, Bentuk Toleransi dan Etika dalam Pergaulan Bentuk toleran dan etika pergaulan diantaranya: 1. Wujud kasih sayang kepada Waliyyul Amr (penguasa atau pemerintah) walaupun tidak mengenal mereka secara langsung bentuk kasih sayang dapat kita wijudkan dengan mendo'akan agar menjadi pemimpin yang adil, dll. 2. Menuduh orang lain tidak beriman Jangan sampai kita memvonis seseorang dengan tuduhan yang tidak tentu benar adanya. Karena menuduh saudaranya dengan tuduhan 'fasik' itu merupakan perbuatan yang tercela. 3. Ahlul Bait 4. Para ulama Ahlus Sunnah 5. Manusia secara umum
Problematika penerapan Toleransi dan Etika Pergaulan Manusia di ciptakan sebagai makhluk sosial, Yang mana manusia tidak dapat melakukan segalanya dengan sendirian, manusia membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup. Namun di samping itu manusia juga memiliki banyak sekali perbedaan, Suku , Budaya, Adat Istiadat bahkan Agama atau kepercayaan. Di Indonesia sendiri misalnya dapat di lihat betapa banyak ragam Agama atau kepercayaan masyarakat Indonesia. Contoh : Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu,Budha ,Konghuchu . Banyak sekali ragam kepercayaan. Namun dengan adanya toleransi berapa banyak pun itu akan tetap Harmonis. Seperti di jelaskan dalam Q.S. al Kafirun ayat terakhir "Bagimu Agama mu dan Bagiku Agama ku " ayat tersebut menjelaskan betapa indahnya toleransi. Maka mari kita jujung tinggi rasa toleransi agar tercipta masyarakat yang harmonis. Sekian .
Hadis ini menjelaskan tentang toleransi dan etika dalam pergaulan, hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab musnad nomor 2214, bahwa bentuk toleransi antar sesama adalah saling menghormati dan menyayangi Hadis ini dipopulerkan oleh Ibnu Abbas bahwa pentingnya memanusiakan manusia dengan cara menghormati orang-orang yang segi usia dan keilmuan lebih tua, sekaligus menyebarkan kasih sayang bagi usia yang lebih tua ke yang usia muda. Dan ditegaskan pula untuk selalu menganjurkan nilai-nilai kebaikan sekaligus ada seseorang atau kelompok yang memiliki kepedulian untuk mencegah atau meminimalisir berkembangnya kemunkaran.
Bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan antara lain:
1.Waliyyul 'Amr Wujud kasih sayang kepada penguasa/pemerintah adalah ketaatan mereka terhadap penguasa, baik ia orang yang adil maupun lalim,serta mendoakan kebaikan kepada mereka. 2. Menuduh orang yang tidak beriman Tidak menvonis orang yang berbuat menyimpang dari ajaran islam dengan vonis "kamu telah tidak beriman" sebelum memiliki syarat-syarat serta hilangnya penghalang- penghalang vonis tersebut. 3. Para Sahabat 4. Ahlul Bait Keturunan suci Rasulullah saw.yang memiliki nasab,mereka adalah keturunan Fatimah sampai hari kiamat. 5. Para Ulama' Ahlus Sunnah Aswaja adalah golongan yang menjadikan hadis Jibril yang diriwayatkan oleh muslim dalah shahih-nya, sebagai dalil pembagian pilar agama menjadi tiga: Iman,Islam,Ihsan, untuk kemudian membagikan ilmu kepada tiga ilmu utama,yaitu: akidah,fiqih,dan suluk. 6. Manusia secara umum Mereka menyeru manusia kepada kebaikan dan melarang dari kejelekan, menunjukkan kepada mereka agama yang lurus, menjelaskan jalan- jalan kebatilan agar manusia menghindar dan waspada.
Kesimpulan dari hadist sahih yang diriwayatkan oleh Ahmad yang terdapat dalam kitab musnad 2214 yang berkaitan dengan hakikat toleransi dan etika dalam pergaulan
1.hadits tersebut mengharuskan kita untuk menghormati yang lebih tua baik dari segi usia maupun ilmu dan juga menyayangi yang lebih muda.
2. Mengajak kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran dengan cara yang baik seperti yang sudah rosulullah ajarkan.
3.juga selalu mengajarkan nilai-nilai kebaikan untuk meminimalisir berkembangnya kemungkaran,sehingga dapat menyebarnya kasih sayang,keharmonisan, dan toleransi yang tinggi.
Dan diantara bentuk toleransi juga etika dalam pergaulan adalah - waliyyul 'amr Ketaatan mereka kepada para penguasa baik ia adil atau dzalim serta mendoakan mereka. - menuduh orang lain dengan tidak beriman - para sahabat - ahlu bait - para ulama ahlul Sunnah - manusia secara umum
HADITS MENGENAI TOLERANSI DAN ETIKA DALAM PERGAULAN Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab musnad no. 2214. Hadits tersebut dipopulerkan oleh Ibnu Abbas dimana hadits tersebut menegaskan bahwa pentingnya memanusiakan manusia dengan cara saling menghormati antara yang lebih tua dengan yang muda. Dan juga menunjukkan betapa pentingnya menjaga hak-hak orang yang lebih tua sekaligus hak-hak kaum muda. Tidak ada yang merasa paling, paling merasa lebih tua, lebih pandai atau merasa lebih berpengalaman.
Di antara bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan: a) Waliyyul 'Amr => Wujud kasih sayang kepada waliyyur amr (penguasa atau pemerintah) adalah ketaatan mereka terhadap penguasa. b) Menuduh orang lain dengan tidak beriman => Kehati-hatian mereka dalam menuduh orang lain dengan tuduhan "tidak beriman". Mereka tidak tergesa-gesa memvonis orang yang berbuat menyimpang dari ajaran Islam sebelum terpenuhi syarat-syarat serta hilangnya penghalang-penghalang vonis tersebut. c) Para sahabat => Orang terdekat atau paling dekat dengan Nabi, kita pun juga harus menghormatinya. d) Ahlu Bait => Keturunan suci Rasulullah Saw yang memiliki ikatan nasab, yakni keturunan Fatimah. e) Para Ulama Ahlus Sunnah => Aswaja adalah golongan yang menjadikan hadis Jibril yang diriwayatkan oleh Muslim, sebagai dalil pembagian pilar agama menjadi tiga untuk kemudian membagikan ilmu kepada tiga ilmu utama. f) Manusia secara umum => Mereka menyeru manusia kepada kebaikan dan melarang dari kejelekan serta menunjukkan agama yang lurus.
Problematika Penerapan Toleransi Dan Etika Dalam Pergaulan • Negara Indonesia sendiri bukanlah sebuah negara toleransi, tetapi mewajibkan warganya untuk memeluk satu dari agama-agama yang diakui eksistensinya sebagaimana tercantum dalam pasal 29 ayat (1) dan (2) UUD 1945.
A. Memahami Kandungan Hadis Sebagai contoh yaitu Hadis tentang toleransi dan etika dalam Pergaulan termasuk hadis sahih, hadis tersebut menunjukkan bahwa betapa pentingnya untuk menjaga hak-hak orang-orang yang lebih tua sekaligus memperhatikan hak-hak kaum muda. B. Menganalisis Bentuk Toleransi Dan Etika dalam Pergaulan Di antara bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan antara lain: a. Waliyyul ‘Amr b. Menuduh Orang Lain dengan tidak beriman C. Para Sahabat d. Ahlu Bait. e. Para Ulama’ Ahlus Sunnah f. Manusia Secara umum
A.Memahami kandungan hadis Kesimpulan Kedua hadis menunjukan betapa penting nya menjaga dan memperhatikan hak hak seseorang. Ntah tua maupun muda keduanya harus bisa menebar kasih sayang
B. Bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan Sebagai seorang muslim yang baik harus memiliki sikap toleransi serta mengedepankan sikap etis dan adab dlm pergaulan. Setiap orang harus bisa menghormati orang lain, karna saat kita menghormati orang lain kita pun juga bisa menghormati diri kita sendiri...
Diantara bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan a. Waliyyul 'amr b. Menuduh orang lain dgn tidak beriman c. Para sahabat d. Ahlu bait e. Para ulama ahlussunah f. Manusia secara umum
C. Problematika Penerapan Toleransi dan etika dalam pergaulan.
Dalam hal ini sering kita temukan dlm kehidupan kita yaitu tentang adanya perbedaan kepercayaan agama yang di anut. Toleransi juga diperlukan dalam perbedaan kepercayaan antar umat, tanpa adanya toleransi tidak menutup kemungkinan adanya perselisihan atau konflik yg bisa merusak persatuan bangsa. Oleh sebab itu diharapkan dapat saling melindungi, menghargai, serta menghormati perbedaan antar umat dlm masyarakat.
Hadis tersebut menunjukkan bahwa betapa pentingnya untuk menjaga hak-hak orang-orang yang lebih tua sekaligus memperhatikan hak-hak kaum muda. Hak-hak yang dimaksud adalah dengan cara saling menyanyangi antar keduanya -Di antara bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan antara lain: a. Waliyyul ‘Amr. Wujud kasih sayang kepada waliyyul amr (penguasa atau pemerintah) adalah ketaatan mereka terhadap penguasa, baik ia seorang yang adil maupun lalim, serta mendo’akan kebaikan bagi mereka. b. Menuduh Orang Lain dengan tidak beriman Di antara kasih sayang ialah kehati-hatian mereka dalam menuduh orang lain dengan tuduhan “tidak beriman”. c. Para Sahabat. d. Ahlu Bait. Ahlul Bait adalah keturunan suci Rasulullah Saw yang memiliki ikatan nasab, mereka adalah keturunan Fatimah sampai hari kiamat. e. Para Ulama’ Ahlus Sunnah. Aswaja adalah golongan yang menjadikan hadis Jibril yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahīh-nya, sebagai dalil pembagian pilar agama menjadi tiga: Iman, Islam dan Ihsan, untuk kemudian membagikan ilmu kepada tiga ilmu utama, yaitu: akidah, fiqih dan suluk. f. Manusia Secara Umum. Mereka menyeru manusia kepada kebaikan dan melarang dari kejelekan, menunjukkan kepada mereka agama yang lurus, menjelaskan jalan- jalan kebatilan agar manusia menghindar dan waspada. -Problematika Penerapan Toleransi Dan Etika Dalam Pergaulan Manusia diciptakan sebagai makhluk individu yang merupakan makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, individu diwajibkan mampu berinteraksi dengan individu lainnya untuk dapat memenuhi kebutuhan. Dalam menjalin kehidupan sosial bermasyarakat, seorang individu juga akan berhadapan dengan suatu kelompok- kelompok yang berbeda. Salah satu perbedaan itu adalah kepercayaan agama yang dianut.
Hadis tentang toleransi dan etika dalam Pergaulan termasuk hadis sahih, diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab musnad nomor 2214, bentuk toleransi antar sesama adalah dengan saling menghormati dan menyayangi. Sebagai seorang muslim yang baik tentu memiliki perhatian serius terhadap sikap toleransi sekaligus mengedepankan sikap-sikap etis dan adab yang baik saat menjalin pergaulan, baik saling menghormati antar sesama pemeluk agama islam / dengan pemeluk agama lain. Bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan: 1. Waliyyul ‘Amr : ketaatan mereka terhadap penguasa. 2. Menuduh Orang Lain dengan tidak beriman. 3. Para Sahabat. 4. Ahlul Bait. 5. Para ulama ahlus Sunnah. 6. Manusia secara umum.
Hadis tentang toleransi dan etika dalam Pergaulan termasuk hadis sahih, hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab musnad nomor 2214, bab penjelasan bahwa bentuk toleransi antar sesama adalah dengan saling menghormati dan menyayangi. Hadis tentang toleransi dan etika dalam Pergaulan dipopulerkan oleh Ibnu Abbas, yang menegaskan bahwa pentingnya memanusiakan manusia dengan cara menghormati orang-orang yang segi usia dan keilmuan lebih tua.
Di antara bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan antara lain: a. Waliyyul ‘Amr. Wujud kasih sayang kepada waliyyul amr (penguasa atau pemerintah) adalah ketaatan mereka terhadap penguasa, baik ia seorang yang adil maupun lalim, serta mendo’akan kebaikan bagi mereka. b. Menuduh Orang Lain dengan tidak beriman Di antara kasih sayang ialah kehati-hatian mereka dalam menuduh orang lain dengan tuduhan “tidak beriman”. c. Para Sahabat. d. Ahlu Bait. Ahlul Bait adalah keturunan suci Rasulullah Saw yang memiliki ikatan nasab, mereka adalah keturunan Fatimah sampai hari kiamat. e. Para Ulama’ Ahlus Sunnah. Aswaja adalah golongan yang menjadikan hadis Jibril yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahīh-nya, sebagai dalil pembagian pilar agama menjadi tiga: Iman, Islam dan Ihsan, untuk kemudian membagikan ilmu kepada tiga ilmu utama, yaitu: akidah, fiqih dan suluk. f. Manusia Secara Umum. Mereka menyeru manusia kepada kebaikan dan melarang dari kejelekan, menunjukkan kepada mereka agama yang lurus, menjelaskan jalan- jalan kebatilan agar manusia menghindar dan waspada.
Problematika Penerapan Toleransi dan etika dalam pergaulan ; • Negara Indonesia sendiri bukanlah sebuah negara toleransi, tetapi mewajibkan warganya untuk memeluk satu dari agama-agama yang diakui eksistensinya sebagaimana tercantum dalam pasal 29 ayat (1) dan (2) UUD 1945.
NAMA =NUR ANNISA RAHMADANI NO = 17 KELAS= XI AGAMA
¢¢Kesimpulan Materi¢¢
√Hadits diriwayatkan oleh Ahmad kitab musnad nomor 2214 ,. yaitu mengenai bentuk toleransi sesama umat manusia untuk saling menghormati dari usia muda ataupun orang tua dan saling menyayangi sesama atau bisa disebut toleransi. √Dan ada pula Riwayat dari Imam At Tirmidzi dan Abu Hurairah ra. yaitu tentang menjaga hak orang lain agar terciptanya lingkungan yang harmonis, sebagai umat islam harus mempunyai sikap saling menyayangi dan juga menghormati satu sama lain agar dapat terbentuk sikap toleransi. *Bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan antara lain: 1. Waliyyul ‘Amr. Yaitu Wujud kasih sayang kepada waliyyul amr (penguasa atau pemerintah) adalah ketaatan mereka terhadap penguasa, baik ia seorang yang adil maupun lalim, serta mendo’akan kebaikan bagi merek a. 2. Menuduh orang lain tidak beriman 3. Para sahabat 4. Ahlul Bait 5. Para ulama Ahlus Sunnah 6. Manusia secara umum
¢¢Problematika Penerapan Toleransi Dan Etika Dalam Pergaulan¢¢
√Manusia diciptakan sebagai makhluk individu yang merupakan makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, individu diwajibkan mampu berinteraksi dengan individu lainnya untuk dapat memenuhi kebutuhan. Dalam menjalin kehidupan sosial bermasyarakat, seorang individu juga akan berhadapan dengan suatu kelompokkelompok yang berbeda. Salah satu perbedaan itu adalah kepercayaan agama yang dianut.
Hadis tentang toleransi dan etika dalam Pergaulan termasuk hadis sahih, hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab musnad nomor 2214, bab penjelasan bahwa bentuk toleransi antar sesama adalah dengan saling menghormati dan menyayangi, selain diriwayatkan oleh Ahmad Hadis tersebut menegaskan bahwa pentingnya memanusiakan manusia dengan cara menghormati orang-orang yang segi usia dan keilmuan lebih tua, sekaligus menyebarkan kasih saying bagi yag usia lebih tua kepada para generasi Kedua hadis tersebut menunjukkan bahwa betapa pentingnya untuk
menjaga hak-hak orang-orang yang lebih tua sekaligus memperhatikan hak-hak kaum muda. Hak-hak yang dimaksud adalah dengan cara saling menyanyangi antar keduanya Bentuk toleran dan Etika - Waliyyul Amr - Menuduh Orang Lain dengan tidak beriman - para sahabat - Ahlu bait - para ulama Ahlu Sunnah - manusia secara umum.
Hadis tentang toleransi dan etika dalam Pergaulan termasuk hadis sahih, hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab musnad nomor 2214, bab penjelasan bahwa bentuk toleransi antar sesama adalah dengan saling menghormati dan menyayangi, selain diriwayatkan oleh Ahmad Hadis tersebut menegaskan bahwa pentingnya memanusiakan manusia dengan cara menghormati orang-orang yang segi usia dan keilmuan lebih tua, sekaligus menyebarkan kasih saying bagi yag usia lebih tua kepada para generasi Kedua hadis tersebut menunjukkan bahwa betapa pentingnya untuk
menjaga hak-hak orang-orang yang lebih tua sekaligus memperhatikan hak-hak kaum muda. Hak-hak yang dimaksud adalah dengan cara saling menyanyangi antar keduanya Bentuk toleran dan Etika - Waliyyul Amr - Menuduh Orang Lain dengan tidak beriman - para sahabat - Ahlu bait - para ulama Ahlu Sunnah - manusia secara umum.
Nama:Lathifah Nur 'Aini
ReplyDeleteNo.absen:14
Kesimpulan Materi:
Pada pembahasan Hadis kali ini menjelaskan tentang toleransi dan etika dalam pergaulan.
Hadis ini termasuk Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab Musnad No.2214,pada bab penjelasan dijelaskan bahwa bentuk toleransi antara sesama adalah dengan saling menghormati dan menyayangi.
Hadis ini juga dipopulerkan oleh Ibnu Abbas yang menegaskan bahwa pentingnya memanusiakan manusia dengan cara menghormati orang yang usia dan ilmunya lebih tua.
Diantara bentuk toleransi dan etika dalam bergaul:
1.Waliyyul 'amar(ketaatan mereka terhadap penguasa)
2. Menuduh orang lain dengan tidak beriman
3. Para sahabat.
4. Ahlul bait(keturunan Rasulullah)
5. Para ulama Ahlus sunnah.
6. Manusia secara umum.
Alenia terakhir lbh baik djelaskan lbh sistematis,.
DeleteMungkin ada teman lain yang mau jelaskan silahkan.
Nama : Salwa Faradisa Fresantin
ReplyDeleteNo : 21
Kesimpulan :
Hadis tentang toleransi dan etika dalam Pergaulan termasuk hadis sahih, hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab musnad nomor 2214, bab penjelasan bahwa bentuk toleransi antar sesama adalah dengan saling menghormati dan
menyayangi.
Hadis tentang toleransi dan etika dalam Pergaulan dipopulerkan oleh Ibnu Abbas, yang menegaskan bahwa pentingnya memanusiakan manusia
dengan cara menghormati orang-orang yang segi usia dan keilmuan lebih tua, sekaligus menyebarkan kasih saying bagi yag usia lebih tua kepada para generasi muda. Pada hadis tersebut ditegaskan untuk selalu menganjurkan nilai-nilai kebaikan sekaligus ada seseorang atau kelompok yang memiliki kepedulian untuk mencegah atau meminimalisir berkembangnya kemunkaran.
Di antara bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan antara lain:
1. Waliyyul 'Amr yaitu wujud kasih sayang kepada waliyyul amr (penguasa atau pemerintah)
adalah ketaatan mereka terhadap penguasa, baik ia seorang yang adil maupun
lalim, serta mendo’akan kebaikan bagi mereka.
2. Menuduh Orang Lain dengan tidak beriman.
3. Para Sahabat.
4. Ahlul Bait.
Ahlul Bait adalah keturunan suci Rasulullah Saw yang memiliki ikatan nasab, mereka adalah keturunan Fatimah sampai hari kiamat.
5. Para Ulama Ahlus Sunnah, aswaja yaitu golongan yang menjadikan hadis Jibril yang
diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahīh-nya, sebagai dalil pembagian pilar agama menjadi tiga: Iman, Islam dan Ihsan, untuk kemudian membagikan ilmu kepada tiga ilmu utama, yaitu: akidah, fikih, dan suluk.
6. Manusia Secara Umum.
Mereka menyeru manusia kepada kebaikan dan melarang dari
kejelekan, menunjukkan kepada mereka agama yang lurus, menjelaskan jalanjalan kebatilan agar manusia menghindar dan waspada.
Semua individu diharapkan dapat saling melindungi dan menghormati perbedaan antar umat beragama yang ada dalam masyarakat. Tanpa adanya toleransi tidak menutup kemungkinan akan terjadi
permasalahan atau konflik yang dapat mengancam
persatuan bangsa. menyatakan toleransi adalah sikap atau sifat menenggang berupa menghargai serta membolehkan suatu pendirian, pendapat, pandangan, kepercayaan maupun yang lainnya yang berbeda dengan pendirian sendiri.
Coba nomor 2 dan 3 itu di jelaskan juga
DeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteNama:Hanifah Muti'ah
ReplyDeleteNo. :11
Kesimpulan:
Pembelajaran hadits ini menjelaskan tentang Hakikat Toleransi dan Etika dalam Pergaulan.
Hadits tentang toleransi dan etika dalam pergaulan termasuk shahih, seperti yang diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab musnad nomor 2214 yang menjelaskan bahwa bentuk toleransi antar sesama adalah saling menghormati dan menyayangi.Dan juga hadits yang dipopulerkan oleh Ibnu Abbas yang dalam hadits tersebut ditegaskan untuk selalu neng dari nilai-nilai, sekaligus ada seseorang atau kelompok yang memiliki kepedulian untuk mencegah atau meminimalisir berkembangnya kemunkaran.
Sebagai seorang muslim yang baik tentu memiliki sikap toleran yang mengedepankan sikap etik dan adab yang baik. Dan hendaknya ia menyadari bahwa ketika ia menghormati orang lain, terutama orang yang lebih tua, maka pada dasarnya ia menghormati dirinya sendiri.
kalimat "ketika menghormati orang lain terutama orang tua pada dasarnya ia menghormati dirinya sendiri". Coba ini diterangkan lebih jelas
DeleteNama : Hanindya Hafshah Nur Azizah
ReplyDeleteNo : 12
Kesimpulan materi:
Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab musnad nomor 2214,pada bab penjelas berisi bentuk toleransi antar sesama umat.Kita sebagai umat entah itu lebih tua atau lebih muda harus mempunyai sikap saling menyayangi dan menghormati sehingga terbentuklah sikap toleransi.
Contoh bentuk-bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan:
1.Waliyyul Amr yaitu wujud kasih sayang kepada waliyyul amr (penguasa atau pemerintah)
adalah ketaatan mereka terhadap penguasa, baik ia seorang yang adil maupun
lalim, serta mendo’akan kebaikan bagi mereka.
2.Menuduh orang lain dengan tidak beriman.
3.Ahlul Bait yaitu keturunan nabi atau keluarga keluarga nabi.Maksudnya kita harus menghormati dan mencintai mereka.Tidak menjelekkan atau membuat fakta-fakta yang tidak sesuai dengan mereka.
4.Para Sahabat.Begitupun para sahabat,kita pun harus menghormati beliau" ini seperti ahlul" bait di atas.
5.Para ulama dan ahli Sunnah. Mereka merupakan golongan orang orang yang penting setelah wafatnya nabi. Oleh karena itu kita juga harus menghormati layaknya ahlul bait dan para sahabat.Selain itu kita juga harus mengamalkannya.
6.Manusia secara umum,sesama manusia kita juga harus bertoleransi sesama.Dengan menghormati,saling tolong menolong dan tidak memandang rendah orang lain.
بسم الله الرحمن الرحيم
ReplyDeleteNama : Tities Auliya
No abs : 24
Kesimpulan terkait dengan Hakikat Toleransi dan Etika Dalam Pergaulan :
Hadits mengenai Toleransi dan Etika dalam pergaulan tersebut merupakan hadits yang di populerkan oleh Ibnu Abbas. Hadits tersebut termasuk kedalam jenis Hadits Shahih. Hadits tersebut berisiskan pentingnya manusia untuk saling menghormati dari segi usia muda kepada orang tua dan menebar kasih sayang kepada orang yang lebih muda atau bisa kita simpulkan toleransi. Selain riwayat dari Ibnu Abbas ada pula Riwayat dari Imam At Tirmidzi dan Abu Hurairah ra. Keduanya juga memiliki kesimpulan yang sama yaitu tentang menjaga hak hak orang lain agar tercipta lingkungan yang harmonis, islam yang berkembang baik dan memiliki toleran yang sangat tinggi.
Kemudian, Bentuk Toleransi dan Etika dalam Pergaulan
Bentuk toleran dan etika pergaulan diantaranya:
1. Wujud kasih sayang kepada Waliyyul Amr (penguasa atau pemerintah) walaupun tidak mengenal mereka secara langsung bentuk kasih sayang dapat kita wijudkan dengan mendo'akan agar menjadi pemimpin yang adil, dll.
2. Menuduh orang lain tidak beriman
Jangan sampai kita memvonis seseorang dengan tuduhan yang tidak tentu benar adanya. Karena menuduh saudaranya dengan tuduhan 'fasik' itu merupakan perbuatan yang tercela.
3. Ahlul Bait
4. Para ulama Ahlus Sunnah
5. Manusia secara umum
Problematika penerapan Toleransi dan Etika Pergaulan
Manusia di ciptakan sebagai makhluk sosial, Yang mana manusia tidak dapat melakukan segalanya dengan sendirian, manusia membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup. Namun di samping itu manusia juga memiliki banyak sekali perbedaan, Suku , Budaya, Adat Istiadat bahkan Agama atau kepercayaan. Di Indonesia sendiri misalnya dapat di lihat betapa banyak ragam Agama atau kepercayaan masyarakat Indonesia. Contoh : Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu,Budha ,Konghuchu . Banyak sekali ragam kepercayaan. Namun dengan adanya toleransi berapa banyak pun itu akan tetap Harmonis. Seperti di jelaskan dalam Q.S. al Kafirun ayat terakhir "Bagimu Agama mu dan Bagiku Agama ku " ayat tersebut menjelaskan betapa indahnya toleransi. Maka mari kita jujung tinggi rasa toleransi agar tercipta masyarakat yang harmonis. Sekian .
Nama:Sifa Ayu Pramudia
ReplyDeleteNo:22
Kesimpulan:
Hadis ini menjelaskan tentang toleransi dan etika dalam pergaulan, hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab musnad nomor 2214, bahwa bentuk toleransi antar sesama adalah saling menghormati dan menyayangi
Hadis ini dipopulerkan oleh Ibnu Abbas bahwa pentingnya memanusiakan manusia dengan cara menghormati orang-orang yang segi usia dan keilmuan lebih tua, sekaligus menyebarkan kasih sayang bagi usia yang lebih tua ke yang usia muda. Dan ditegaskan pula untuk selalu menganjurkan nilai-nilai kebaikan sekaligus ada seseorang atau kelompok yang memiliki kepedulian untuk mencegah atau meminimalisir berkembangnya kemunkaran.
Bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan antara lain:
1.Waliyyul 'Amr
Wujud kasih sayang kepada
penguasa/pemerintah adalah ketaatan mereka
terhadap penguasa, baik ia orang yang adil
maupun lalim,serta mendoakan kebaikan kepada
mereka.
2. Menuduh orang yang tidak beriman
Tidak menvonis orang yang berbuat
menyimpang dari ajaran islam dengan vonis
"kamu telah tidak beriman" sebelum memiliki
syarat-syarat serta hilangnya penghalang-
penghalang vonis tersebut.
3. Para Sahabat
4. Ahlul Bait
Keturunan suci Rasulullah saw.yang memiliki
nasab,mereka adalah keturunan Fatimah sampai
hari kiamat.
5. Para Ulama' Ahlus Sunnah
Aswaja adalah golongan yang menjadikan
hadis Jibril yang diriwayatkan oleh muslim
dalah shahih-nya, sebagai dalil pembagian
pilar agama menjadi tiga: Iman,Islam,Ihsan,
untuk kemudian membagikan ilmu kepada tiga
ilmu utama,yaitu: akidah,fiqih,dan suluk.
6. Manusia secara umum
Mereka menyeru manusia kepada kebaikan dan
melarang dari kejelekan, menunjukkan kepada
mereka agama yang lurus, menjelaskan jalan-
jalan kebatilan agar manusia menghindar dan
waspada.
Nama : Nurul hikmah sholihah
ReplyDeleteNo.absen : 18
Kesimpulan dari hadist sahih yang diriwayatkan oleh Ahmad yang terdapat dalam kitab musnad 2214 yang berkaitan dengan hakikat toleransi dan etika dalam pergaulan
1.hadits tersebut mengharuskan kita untuk menghormati yang lebih tua baik dari segi usia maupun ilmu dan juga menyayangi yang lebih muda.
2. Mengajak kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran dengan cara yang baik seperti yang sudah rosulullah ajarkan.
3.juga selalu mengajarkan nilai-nilai kebaikan untuk meminimalisir berkembangnya kemungkaran,sehingga dapat menyebarnya kasih sayang,keharmonisan, dan toleransi yang tinggi.
Dan diantara bentuk toleransi juga etika dalam pergaulan adalah
- waliyyul 'amr
Ketaatan mereka kepada para penguasa baik ia adil atau dzalim serta mendoakan mereka.
- menuduh orang lain dengan tidak beriman
- para sahabat
- ahlu bait
- para ulama ahlul Sunnah
- manusia secara umum
Wildan Miftahul Firdaus XI AGAMA ABSEN 25
ReplyDeleteAda beberapa point pembelajaran hari ini yaitu:
1.memahami kandungan hadis yang mengatur hakikat hal tersebut
2.menganalis bentuk toleransi dan etika pergaulan
3.problematik penerapan toleransi dan etika dalam pergaulan
Nama : Suci Nur Afifah
ReplyDeleteNo : 23
HADITS MENGENAI TOLERANSI DAN ETIKA DALAM PERGAULAN
Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab musnad no. 2214. Hadits tersebut dipopulerkan oleh Ibnu Abbas dimana hadits tersebut menegaskan bahwa pentingnya memanusiakan manusia dengan cara saling menghormati antara yang lebih tua dengan yang muda. Dan juga menunjukkan betapa pentingnya menjaga hak-hak orang yang lebih tua sekaligus hak-hak kaum muda. Tidak ada yang merasa paling, paling merasa lebih tua, lebih pandai atau merasa lebih berpengalaman.
Di antara bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan:
a) Waliyyul 'Amr
=> Wujud kasih sayang kepada waliyyur amr (penguasa atau pemerintah) adalah ketaatan mereka terhadap penguasa.
b) Menuduh orang lain dengan tidak beriman
=> Kehati-hatian mereka dalam menuduh orang lain dengan tuduhan "tidak beriman". Mereka tidak tergesa-gesa memvonis orang yang berbuat menyimpang dari ajaran Islam sebelum terpenuhi syarat-syarat serta hilangnya penghalang-penghalang vonis tersebut.
c) Para sahabat
=> Orang terdekat atau paling dekat dengan Nabi, kita pun juga harus menghormatinya.
d) Ahlu Bait
=> Keturunan suci Rasulullah Saw yang memiliki ikatan nasab, yakni keturunan Fatimah.
e) Para Ulama Ahlus Sunnah
=> Aswaja adalah golongan yang menjadikan hadis Jibril yang diriwayatkan oleh Muslim, sebagai dalil pembagian pilar agama menjadi tiga untuk kemudian membagikan ilmu kepada tiga ilmu utama.
f) Manusia secara umum
=> Mereka menyeru manusia kepada kebaikan dan melarang dari kejelekan serta menunjukkan agama yang lurus.
Problematika Penerapan Toleransi Dan Etika Dalam Pergaulan
• Negara Indonesia sendiri bukanlah sebuah negara toleransi, tetapi mewajibkan warganya untuk memeluk satu dari agama-agama yang diakui eksistensinya sebagaimana tercantum dalam pasal 29 ayat (1) dan (2) UUD 1945.
Nama : Amalia Sholihah
DeleteNo : 04
A. Memahami Kandungan Hadis
Sebagai contoh yaitu Hadis tentang toleransi dan etika dalam Pergaulan termasuk hadis sahih, hadis tersebut menunjukkan bahwa betapa pentingnya untuk
menjaga hak-hak orang-orang yang lebih tua sekaligus memperhatikan hak-hak kaum muda.
B. Menganalisis Bentuk Toleransi Dan Etika dalam Pergaulan
Di antara bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan antara lain:
a. Waliyyul ‘Amr
b. Menuduh Orang Lain dengan tidak beriman
C. Para Sahabat
d. Ahlu Bait.
e. Para Ulama’ Ahlus Sunnah
f. Manusia Secara umum
Nama : Adha triUtaTri
ReplyDeleteNo : 2
A.Memahami kandungan hadis
Kesimpulan
Kedua hadis menunjukan betapa penting nya menjaga dan memperhatikan hak hak seseorang. Ntah tua maupun muda keduanya harus bisa menebar kasih sayang
B. Bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan
Sebagai seorang muslim yang baik harus memiliki sikap toleransi serta mengedepankan sikap etis dan adab dlm pergaulan. Setiap orang harus bisa menghormati orang lain, karna saat kita menghormati orang lain kita pun juga bisa menghormati diri kita sendiri...
Diantara bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan
a. Waliyyul 'amr
b. Menuduh orang lain dgn tidak beriman
c. Para sahabat
d. Ahlu bait
e. Para ulama ahlussunah
f. Manusia secara umum
C. Problematika Penerapan Toleransi dan etika dalam pergaulan.
Dalam hal ini sering kita temukan dlm kehidupan kita yaitu tentang adanya perbedaan kepercayaan agama yang di anut. Toleransi juga diperlukan dalam perbedaan kepercayaan antar umat, tanpa adanya toleransi tidak menutup kemungkinan adanya perselisihan atau konflik yg bisa merusak persatuan bangsa. Oleh sebab itu diharapkan dapat saling melindungi, menghargai, serta menghormati perbedaan antar umat dlm masyarakat.
Nama: Fitri Aulia Febriana
ReplyDeleteNo: 09
Hadis tersebut menunjukkan bahwa betapa pentingnya untuk
menjaga hak-hak orang-orang yang lebih tua sekaligus memperhatikan hak-hak
kaum muda. Hak-hak yang dimaksud adalah dengan cara saling menyanyangi
antar keduanya
-Di antara bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan antara lain:
a. Waliyyul ‘Amr.
Wujud kasih sayang kepada waliyyul amr (penguasa atau pemerintah)
adalah ketaatan mereka terhadap penguasa, baik ia seorang yang adil maupun
lalim, serta mendo’akan kebaikan bagi mereka.
b. Menuduh Orang Lain dengan tidak beriman
Di antara kasih sayang ialah kehati-hatian mereka dalam menuduh
orang lain dengan tuduhan “tidak beriman”.
c. Para Sahabat.
d. Ahlu Bait.
Ahlul Bait adalah keturunan suci Rasulullah Saw yang memiliki ikatan
nasab, mereka adalah keturunan Fatimah sampai hari kiamat.
e. Para Ulama’ Ahlus Sunnah.
Aswaja adalah golongan yang menjadikan hadis Jibril yang
diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahīh-nya, sebagai dalil pembagian pilar
agama menjadi tiga: Iman, Islam dan Ihsan, untuk kemudian membagikan ilmu
kepada tiga ilmu utama, yaitu: akidah, fiqih dan suluk.
f. Manusia Secara Umum.
Mereka menyeru manusia kepada kebaikan dan melarang dari
kejelekan, menunjukkan kepada mereka agama yang lurus, menjelaskan jalan-
jalan kebatilan agar manusia menghindar dan waspada.
-Problematika Penerapan Toleransi Dan Etika Dalam Pergaulan
Manusia diciptakan sebagai makhluk individu yang merupakan makhluk
sosial. Sebagai makhluk sosial, individu diwajibkan mampu berinteraksi dengan
individu lainnya untuk dapat memenuhi kebutuhan. Dalam menjalin kehidupan sosial
bermasyarakat, seorang individu juga akan berhadapan dengan suatu kelompok-
kelompok yang berbeda. Salah satu perbedaan itu adalah kepercayaan agama yang
dianut.
Lusiana Rachmawati
ReplyDelete15
Hadis tentang toleransi dan etika dalam Pergaulan termasuk hadis sahih, diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab musnad nomor 2214, bentuk toleransi antar sesama adalah dengan saling menghormati dan menyayangi.
Sebagai seorang muslim yang baik tentu memiliki perhatian serius terhadap sikap toleransi sekaligus mengedepankan sikap-sikap etis dan adab yang baik saat menjalin pergaulan, baik saling menghormati antar sesama pemeluk agama islam / dengan pemeluk agama lain.
Bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan:
1. Waliyyul ‘Amr : ketaatan mereka terhadap penguasa.
2. Menuduh Orang Lain dengan tidak beriman.
3. Para Sahabat.
4. Ahlul Bait.
5. Para ulama ahlus Sunnah.
6. Manusia secara umum.
Nama : Ade Desti Widyaningsih
ReplyDeleteNo : 01
NAMA : Ade Desti.W.
No.ab :01
KESIMPULAN
Hadis tentang toleransi dan etika dalam Pergaulan termasuk hadis sahih, hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab musnad nomor 2214, bab penjelasan bahwa bentuk toleransi antar sesama adalah dengan saling menghormati dan
menyayangi.
Hadis tentang toleransi dan etika dalam Pergaulan dipopulerkan oleh Ibnu Abbas, yang menegaskan bahwa pentingnya memanusiakan manusia
dengan cara menghormati orang-orang yang segi usia dan keilmuan lebih tua.
Di antara bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan antara lain:
a. Waliyyul ‘Amr.
Wujud kasih sayang kepada waliyyul amr (penguasa atau pemerintah)
adalah ketaatan mereka terhadap penguasa, baik ia seorang yang adil maupun
lalim, serta mendo’akan kebaikan bagi mereka.
b. Menuduh Orang Lain dengan tidak beriman
Di antara kasih sayang ialah kehati-hatian mereka dalam menuduh
orang lain dengan tuduhan “tidak beriman”.
c. Para Sahabat.
d. Ahlu Bait.
Ahlul Bait adalah keturunan suci Rasulullah Saw yang memiliki ikatan
nasab, mereka adalah keturunan Fatimah sampai hari kiamat.
e. Para Ulama’ Ahlus Sunnah.
Aswaja adalah golongan yang menjadikan hadis Jibril yang
diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahīh-nya, sebagai dalil pembagian pilar
agama menjadi tiga: Iman, Islam dan Ihsan, untuk kemudian membagikan ilmu
kepada tiga ilmu utama, yaitu: akidah, fiqih dan suluk.
f. Manusia Secara Umum.
Mereka menyeru manusia kepada kebaikan dan melarang dari
kejelekan, menunjukkan kepada mereka agama yang lurus, menjelaskan jalan-
jalan kebatilan agar manusia menghindar dan waspada.
Problematika Penerapan Toleransi dan etika dalam pergaulan ;
• Negara Indonesia sendiri bukanlah sebuah negara toleransi, tetapi mewajibkan warganya untuk memeluk satu dari agama-agama yang diakui eksistensinya sebagaimana tercantum dalam pasal 29 ayat (1) dan (2) UUD 1945.
NAMA =NUR ANNISA RAHMADANI
ReplyDeleteNO = 17
KELAS= XI AGAMA
¢¢Kesimpulan Materi¢¢
√Hadits diriwayatkan oleh Ahmad kitab musnad nomor 2214 ,.
yaitu mengenai bentuk toleransi sesama umat manusia untuk saling menghormati dari usia muda ataupun orang tua dan saling menyayangi sesama atau bisa disebut toleransi.
√Dan ada pula Riwayat dari Imam At Tirmidzi dan Abu Hurairah ra. yaitu tentang menjaga hak orang lain agar terciptanya lingkungan yang harmonis, sebagai umat islam harus mempunyai sikap saling menyayangi dan juga menghormati satu sama lain agar dapat terbentuk sikap toleransi.
*Bentuk toleransi dan etika dalam pergaulan antara lain:
1. Waliyyul ‘Amr.
Yaitu Wujud kasih sayang kepada waliyyul amr (penguasa atau pemerintah)
adalah ketaatan mereka terhadap penguasa, baik ia seorang yang adil maupun lalim, serta mendo’akan kebaikan bagi merek a.
2. Menuduh orang lain tidak beriman
3. Para sahabat
4. Ahlul Bait
5. Para ulama Ahlus Sunnah
6. Manusia secara umum
¢¢Problematika Penerapan Toleransi Dan Etika Dalam Pergaulan¢¢
√Manusia diciptakan sebagai makhluk individu yang merupakan makhluk
sosial. Sebagai makhluk sosial, individu diwajibkan mampu berinteraksi dengan
individu lainnya untuk dapat memenuhi kebutuhan. Dalam menjalin kehidupan sosial
bermasyarakat, seorang individu juga akan berhadapan dengan suatu kelompokkelompok yang berbeda. Salah satu perbedaan itu adalah kepercayaan agama yang
dianut.
Hadis tentang toleransi dan etika dalam Pergaulan termasuk hadis sahih,
ReplyDeletehadis ini diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab musnad nomor 2214, bab penjelasan
bahwa bentuk toleransi antar sesama adalah dengan saling menghormati dan
menyayangi, selain diriwayatkan oleh Ahmad
Hadis tersebut menegaskan bahwa pentingnya memanusiakan manusia
dengan cara menghormati orang-orang yang segi usia dan keilmuan lebih tua,
sekaligus menyebarkan kasih saying bagi yag usia lebih tua kepada para generasi
Kedua hadis tersebut menunjukkan bahwa betapa pentingnya untuk
menjaga hak-hak orang-orang yang lebih tua sekaligus memperhatikan hak-hak
kaum muda. Hak-hak yang dimaksud adalah dengan cara saling menyanyangi
antar keduanya
Bentuk toleran dan Etika
- Waliyyul Amr
- Menuduh Orang Lain dengan tidak beriman
- para sahabat
- Ahlu bait
- para ulama Ahlu Sunnah
- manusia secara umum.
Dian Syahadat
Delete5
Hadis tentang toleransi dan etika dalam Pergaulan termasuk hadis sahih,
hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad pada kitab musnad nomor 2214, bab penjelasan
bahwa bentuk toleransi antar sesama adalah dengan saling menghormati dan
menyayangi, selain diriwayatkan oleh Ahmad
Hadis tersebut menegaskan bahwa pentingnya memanusiakan manusia
dengan cara menghormati orang-orang yang segi usia dan keilmuan lebih tua,
sekaligus menyebarkan kasih saying bagi yag usia lebih tua kepada para generasi
Kedua hadis tersebut menunjukkan bahwa betapa pentingnya untuk
menjaga hak-hak orang-orang yang lebih tua sekaligus memperhatikan hak-hak
kaum muda. Hak-hak yang dimaksud adalah dengan cara saling menyanyangi
antar keduanya
Bentuk toleran dan Etika
- Waliyyul Amr
- Menuduh Orang Lain dengan tidak beriman
- para sahabat
- Ahlu bait
- para ulama Ahlu Sunnah
- manusia secara umum.